Monday, 14 July 2008

Rencana Sepuluh Hari Kedepan

Ketika bijak berbicara
Apa yang hendak kau sampaikan
Mengenai amarah alam
Yang tak juga hentikan setiap luapan

Daratan jadi lautan
Malam bertambah kelam
Sementara bisu kampung-kampung tak juga reda

Ini adalah serapah hari
Tanggul-tanggul pecah
Mulut telah lelah meminta petuah

Sampaikan pada penguasa langit
Apa rencana sepuluh hari kedepan

Ruang itu hilang sudah
Tenggelam bersama harapan
Petak kenangan yang tak mungkin hadir kembali

Ketika bijak berbicara
Apa yang hendak kau sampaikan
Mencari celah di setiap alir kerinduan
Masa kecilpun hilang
Sawah ladang raib dalam sekejap waktu

Di mana lagi tempat pijakku
Sementara tanah-tanah kini tak terlihat
Pohonan tinggal puncak yang ranggas
Bubungan begitu lindap di mata

Masih lekat dalam ingatan
Semburan itu mengawali segala kisah
Mengumpulkan segelintir orang
untuk merencanakan kerja
sepuluh hari ke depan

BY : Dian Hartati

Friday, 11 July 2008

Secercah cahaya dalam kegelapan

Ku buka mataku dari tidur panjangku
kucari secercah cahaya dalam kegelapanku
kubuka telinga hatiku
mencari suara dalam kesunyianku

kutertatih....
kudobrak pintu kehampaanku
pandanganku terhenti oleh sesuatu
berkilau bagai berlian
indah bagai mutiara
bening seperti embun
kuterpesona

kulangkahkan kaki ikuti jalanmu
kutersihir oleh senyummu
dan terlena dalam suaramu

aku bagai hidup dalam nafasmu
aku terrenyuh dalam air matamu
kau...bagai tali kehidupanku

kini kutahu...
kau cahaya dalam kegelapanku
suara dalam kesunyianku
dan kutahu pasti
kau adalah hadiah cinta
dati Tuhan untukku

Pengandaianku....

Jika Memandang itu mudah
maka rasanya cuma satu inginku
yaitu memandang wajahmu terus

Jika menatap itu menyenangkan
maka aku terus bersyukur
karena dapat memandangmu

Jika memikirkanmu
membuatku bersemangat
maka rasanya aku ingin terus membayangimu

Jika berbincang dan tersenyum denganmu
adalah hadiah terindah dari Tuhan untukku
maka ku harap semoga Tuhan
tetap memberiku kesempatan berjumpa dan bersamamu

Jika memang Rabb mengabulkan doaku
moga kau tetap tersenyum padaku
tetap menyapaku dan.....
sedikit tersirat dari doaku bahkan harapku
moga perasaanmu sama denganku
walau tak seperti perasaanku
yach....
paling tidak kamu tau bagaimana perasaanku padamu

 
menu |Beranda| |Coretanku| |CollectionQu| |Ctt.UsangQu| |Lutuna...| |CorCerQu|